Selasa, 28 Oktober 2014

Your My Destiny

Pernikahan adalah suatu hal yang tidak terbayangkan bagaimana menjalaninya.
Pernikahan adalah suatu kata kerja yang tidak terbayang bagaimana mengerjakannya.
Mungkin hal itu tidak terbayang saat belum menjalaninya.
Tapi kini aku bersamanya, sehidup semati menjalani pernikahan.
Pernikahan yang tidak direncanakan sbelumnya.
Pernikahan yang ajaib karena tidak pernah terbersit sedikitpun kalau aku akan menikah dengannya.
Dia, suamiku kini. Imam dalam rumah tanggaku.
Imam? apakah bisa menjadi imam kalau dalam rumah tangga kita, kita hidup berbeda?
Itulah mengapa aku tidak pernah merencanakan menikah dengannya karena kita beda keyakinan. Suatu hal yang tidak mungkin kita bisa bersama dalam perbedaan. 
Tapi itu terjadi, hal yang tidak mungkin itu terjadi, yakni kini kita bersama dalam satu rumah bersama anak kami.
Tidak akan kuceritakan karena kini aku sudah menjalaninya dengan sangat bahagia, mungkin untukku. Apakah begitu dengan suamiku ? Entahlah, hanya dia yang tau.
Kini aku hidup dengan dua pria tampan di rumahku, suami dan anakku. Sempurnalah aku menjadi seorang wanita, menjadi istri dan menjadi ibu.
Menjalani hidup yang berbeda dalam satu rumah tangga.  Aku berusaha menjadikan rumah tanggaku bahagia dan selalu rukun dalam perbedaan. Aku berusaha bahagia dalam kesusahan. Aku berusaha bahagia dalam setiap beban yang aku rasakan. Karena aku hidup bukan untuk menangis tapi aku hidup untuk berjuang dengan kisah yang tak pernah berujung.
Dialah, suamiku yang kini menjadi takdirku. Takdirlah yang mempertemukan kami menjalani rumah tangga ini. 
Aku teguh dalam keyakinan akan suatu saat akan ada perubahan dalam kisahku, kisah yang lebih bahagia dari sekarang.